Sunday, May 26, 2013

peswat dental

PESAWAT SINAR – X DENTAL

Pesawt sinar – x dental adalah pesawat sinar – x  yang  di gunakan  untuk pemeriksaan mulut, gigi,dan rahangn
  1. Komponen Pesawat Sinar  - X Dental
  • Panel Control
         Berfungsi untuk mengatur para meter pesawat .pada panel control terdapat expose swith , lampu ready , pengatur  waktu dan beberapa panel  indikator ‘ pada pesawat dental , KV dan MA sudah diatur dari pabrik pembuatan pesawat. Jadi pesawat dental sudah memilikih KV standar yang besarnya kurang lebih 70 KV.

  • Extension ARM
          Berfungsi sebagai tiang penyangga dan penghubung anatar panel konrol dan tube head, Extension ARM dapat berputar dan bergerak vertikal untuk memudahkan dalam meposisiskan tabung dalam pemeriksaan .
  • Tube Head
         Berfungsi sebagi tempat dari tabung Sinar –  X  yang digunakan untuk meng hasilkan sinar – X . Tabung sinar – X yang digunakan adalah tabung biasa.
  • Slinder Conus 
         Berfungsi untuk  meluruskan tube head kepasien dan film . silinder conus dilapisi dengan timbal untuk mencegah menyebarnya radiasi . ada 2 macam conus pada pesawat denta:Conus tipe silinder ujung terbuka
.
    2 .Gambar  Pesawt Sinar – X Dental




  • Pada saat pemeriksaan gigio pasien sebaiknya menggunakan apron
  • Opertor sebaiknya berada pada jarak 2 meter dari pasien dan berada di belakang pelindung timbal
  •  Switch yang digunakan sebaiknya yang bertipe tekan terus
Semuanya pada sisi kanan dan kiri.
Gigi berfungsi sebagai :
  1. Mengunyah makanan secara mekanis
  2. Membantu memperjelas bunyi vokal
TEKNIK RADIOGRAFI UNTUK DENTAL RADIOGRAPHY
Film yang digunakan adalah film khusus untuk dental radiography, yang merupakan single emulsi. Untuk mempermudah positioning film dental, biasanya digunakan sebuah alat yang disebut "Bitewing"


Dan sudut proyeksi yang diberikan pada setiap objek berbeda-beda tergantung objek apa yg diperiksa (apakah rahang atas atau bawah).

Gambar berbagai proyeksi pada dental radiography :

http://catatanradiograf.blogspot.com/2010/04/teknik-pemeriksaan-dental-radiography.html

Monday, May 6, 2013

sumber radiasi

Sumber Radiasi
Radiasi berada di mana-mana, karena sumber radiasi tersebar di mana saja di alam semesta, baik yang terjadi secara alami (sumber radiasi alam) maupun yang terjadi karena aktivitas manusia (sumber radiasi buatan). Sumber radiasi alam sudah ada sejak alam semesta terbentuk, dan radiasi yang dipancarkan oleh sumber alam ini disebut radiasi latar belakang.Sedangkan sumber radiasi buatan baru diproduksi di abad 20, tetapi telah memberikan paparan secara signifikan kepada manusia.
Dari mana saja asal sumber radiasi alam?
Setiap manusia terkena radiasi dari alam (radiasi latar belakang) yang merupakan bagian terbesar yang diterima oleh manusia yang tidak bekerja di tempat yang menggunakan radioaktif atau yang tidak menerima radiasi berkaitan dengan kedokteran atau kesehatan.
Radiasi latar belakang yang diterima oleh seseorang dapat berasal dari tiga sumber utama, yaitu sebagai berikut :
a. Sumber Radiasi Kosmik
Radiasi kosmik berasal dari angkasa luar, sebagian berasal dari ruang antarbintang dan matahari. Radiasi kosmik ini terdiri dari partikel dan sinar berenergi tinggi dan berinteraksi dengan nuklida-nuklida stabil di atmosfir membentuk nuklida radioaktif seperti C-14, Be-7, Na-22, dan H-3. Radionuklida yang terjadi karena interaksi nuklida dengan radiasi kosmik ini disebut radionuklida Cosmogenic.
Atmosfir bumi dapat mengurangi radiasi kosmik yang diterima oleh manusia. Tingkat radiasi dari sumber kosmik ini bergantung kepada ketinggian, yaitu radiasi yang diterima akan semakin besar apabila posisinya semakin tinggi dari permukaan laut. Karena itu seseorang akan menerima lebih banyak radiasi kosmik apabila berada di puncak gunung atau ketika berpergian dengan pesawat terbang daripada di permukaan laut. Tingkat radiasi yang diterima seseorang bergantung juga kepada garis lintangnya di bumi, karena radiasi kosmik ini dipengaruhi oleh medan magnet bumi. Oleh karena medan magnet bumi kuat di daerah kutub, maka radiasi yang diterima di kutub lebih kecil daripada di daerah katulistiwa.
b. Sumber Radiasi Terestrial (Primordial)
Radiasi terestrial secara natural dipancarkan oleh radionuklida di dalam kerak bumi, dan radiasi ini dipancarkan oleh radionuklida yang disebut primordial dengan waktu paro berorde milyar tahun. Radionuklida ini ada sejak terbentuknya bumi. Radionuklida yang ada dalam kerak bumi terutama adalah Uranium-238. Peluruhan Uranium-238 menghasilkan deret nuklida turunan yang berakhir dengan nuklida stabil Pb-206 (disebut deret uranium), Uranium-235 menghasilkan deret turunan yang berakhir dengan unsur stabil Pb-207 (disebut deret actinium) dan Thorium-232 menghasilkan deret turunan yang berakhir dengan unsur stabil Pb-208 (disebut deret thorium).
Radiasi terestrial terbesar yang diterima manusia berasal dari Radon (Radon-222) dan Thoron (Radon-220). Kedua radionuklida ini berbentuk gas dan bisa merembes keluar dari bumi atau bahan bangunan tempat tinggal.
Tingkat radiasi yang diterima seseorang dari radiasi terestrial ini berbeda-beda dari satu tempat ke tempat lain tergantung kepada konsentrasi sumber radiasi di dalam kerak bumi. Ada beberapa tempat di bumi yang memiliki tingkat radiasi di atas rata-rata seperti Pocos de Caldas dan Guarapari (Brazil), Kerala dan Tamil Nadu (India) dan Ramsar (Iran).
c. Sumber Radiasi Dalam Tubuh Manusia
Sumber radiasi alam yang lain adalah radionuklida yang ada di dalam tubuh manusia. Sumber radiasi ini berada di dalam tubuh manusia sejak dilahirkan atau masuk ke dalam tubuh manusia melalui makanan, minuman, pernafasan, atau luka. Radiasi internal ini terutama diterima dari radionuklida C-14, H-3, K-40, radon. Selain itu masih ada sumber lain seperti Pb-210 dan Po-210 yang berasal dari ikan dan kerang-kerangan. Buah-buahan biasanya mengandung unsur K-40. Secara alami di dalam tulang kita terdapat polonium dan radium radioaktif, otot mengandung karbon radioaktif dan kalium radioaktif, di dalam paru terdapat gas mulia radioaktif dan tritium. Zat-zat ini dan banyak zat lainnya secara terus menerus memancarkan radiasi dan menyinari tubuh kita dari dalam.
Dari mana saja asal sumber radiasi buatan?
Selain radiasi yang berasal dari alam, kita juga dapat menerima radiasi dari beberapa sumber radiasi yang sengaja dibuat oleh manusia, di antaranya radionuklida buatan, pesawat sinar-X, reaktor nuklir dan akselerator.
a. Radionuklida buatan
Dewasa ini telah banyak sekali unsur radioaktif berhasil dibuat oleh manusia berdasarkan reaksi inti antara nuklida yang tidak radioaktif dengan neutron (reaksi fisi di dalam reaktor atom), aktivasi neutron, atau berdasarkan penembakan nuklida yang tidak radioaktif dengan partikel atau ion cepat (di dalam alat-alat pemercepat partikel, misalnya akselerator atau siklotron). Radionuklida buatan ini bisa memancarkan jenis radiasi alpha, beta, gamma dan neutron. Pada saat ini radionuklida (radioisotop) buatan tersebut telah banyak digunakan dalam berbagai bidang kehidupan manusia, misalnya di bidang pertanian, peternakan, kesehatan, industri, dan sebagainya.
b. Pesawat Sinar-X
Setelah ditemukannya sinar-X oleh Wilhelm Roentgen pada tahun 1895, dewasa ini pemakaian pembangkit atau pesawat sinar-X di bidang industri maupun di bidang kedokteran semakin meningkat. Secara sederhana dapat diterangkan bahwa sinar-X dihasilkan oleh tabung sinar-X yaitu tabung gelas hampa udara yang dilengkapi dengan dua buah elektroda, yaitu anoda (target) dan katoda. Sebagai akibat interaksi antara elektron cepat yang dipancarkan dari katoda ke target dihasilkan sinar-X dari permukaan target.
c. Reaktor Nuklir
Mekanisme utama yang terjadi dalam reaktor nuklir adalah pembelahan inti. Dari mekanisme proses tersebut terlihat bahwa setiap reaksi pembelahan akan menghasilkan lebih dari satu neutron baru (terjadi multiplikasi neutron) yang akan menyebabkan pembelahan selanjutnya jika di sekitarnya terdapat inti dapat belah yang lain. Proses demikian ini berlangsung terus dan disebut proses Reaksi Berantai. Dalam reaktor nuklir, proses pembelahan ini tidak dibiarkan berlangsung secara bebas seperti pada bom atau senjata nuklir, tetapi dikendalikan.
d. Akselerator
Akselerator adalah alat yang digunakan untuk mempercepat partikel bermuatan (ion) melalui penumbukan atau hamburan partikel dengan target. Partikel yang dipercepat biasanya proton dan elektron. Beberapa contoh akselerator dengan partikel yang dipercepat yang banyak dipakai adalah akselerator linear (linear accelerator = linacdan siklotron. Akselerator digunakan untuk menghasilkan radionuklida buatan, untuk penelitian partikel dengan kecepatan tinggi, uji bahan, terapi, dsb.

pemeriksaan odontoid



 1.1.   PEMERIKSAAN OS PATELLA
 1.      Anatomi dan Fisiologi Processus Odontoid
                   
         Dens (processus odontoid) adalah tonjolan dari axis (C2). Yang menunjukkan adanya penyempitan pada leher, dimana ia bergabung dengan tubuh utama dari vertebra. Kondisi dimana dens dipisahkan dari sumbu tubuh (axis) disebut os odontoideum, yang dapat menyebabkan saraf dan sirkulasi sidrom kompresi.
         Terletak di permukaan anterior yang berbentuk oval untuk artikulasi dengan lengkungan pada anterior atlas. Pada bagian belakang leher (dilihat dari permukaan lateral), adalah alur dangkal untuk ligamentum mirip gigi apikal.

           2.      Patologi

patah tulang mirip gigi paling sering terjadi akibat cedera fleksi traumatis. pada pasien muda mereka memerlukan banyak tenaga, seperti dalam tabrakan kendaraan bermotor, ski kecelakaan atau jatuh dari ketingian. pada orang tua, bahkan penurunan sepele dapat menyebabkan patah tulang mirip gigi. kematian segera dari cederameduler bisa terjadi. tanda-tanda menyajikan lainnya termaksud sakit leher tinggi posterior / kelembutan titik atau dengan tanpa neuralgia oksipital, mengurangi rentang gerak, parathesias ektremitas atas, dan kecenderungan untuk menahan kepala seseorang dalam proses  berbaring.

Tipe I : fraktur melalui ujung saraf di atas ligamentum transversal, jarang, di anggap stabil tetapi mungkin terkait dengan atlanto -oksipital dislokasi

Tipe II : fraktur melalui dasar leher sarang; jenis yang paling umum, biasanya tidak stabil.

Tipe III : fraktur melalui tubuh dari C2, biasanya stabil.

            3.      Teknik Pemeriksaan
Proyeksi yang sering digunakan pada pemetum tiksaan dens (processus odontoid) adalah dengan teknik open mouth, fuchs dan judd. Berikut adalah Teknik Radiografi dari masing-masing proyeksi tersebut.
1.      OpenMouth (Proyeksi AP)
PP:
menempatkan pasien dalam posisi supine (terlentang). pusatkan MSP tubuh garis tengah grid. menempatkan lengan pasien sepanjang sisi tubuh dan menyesuaikan bahu berbohong pada bidang e sam horisontal.
PO:
menempatkan kaset di baki Bucky tjumlah dan pusat pada tingkat vertebra serviks kedua.
menyesuaikan kepala pasien sehingga pesawat sagittal median tegak lurus terhadap bidang meja.
memilih faktor eksposur, dan memindahkan tabung sinar-X ke posisi sehingga setiap perubahan kecil dapat dilakukan dengan cepat setelah penyesuaian akhir dari kepala pasien.
posisi ini tidak mudah untuk terus, namun, pasien biasanya dapat posisi, akhir tegang terlalu lama. memiliki oppen pasien mulut selebar mungkin, dan kemudian menyesuaikan kepala sehingga garis dari tepi bawah iincisors atas ke ujung proses mastoid tegak lurus terhadap film tersebut.
* Perisai gonad
* Respirasi: anjurkan pasien untuk menjaga mulut terbuka lebar dan lembut phonate "ah" selama eksposur. ini akan membubuhkan penginapan lidah lantai elatan sehingga bayangannya tidak akan diproyeksikan pada bahwa atlas dan sumbu dan akan mencegah pergerakan rahang bawah.

CR:
mengarahkan sinar tegak lurus pusat titik tengah dari mulut terbuka.

struktur ditampilkan
gambar yang dihasilkan akan menunjukkan proyeksi AP dari atlas dan sumbu melalui mulut terbuka.
jika pasien memiliki kepala yang mendalam atau panjang mandibula, atlas seluruh tidak akan diperlihatkan. ketika bayangan persis ditumpangkan dari permukaan oklusal dari gigi seri tengah atas dan dasar tengkorak sejalan dengan orang-orang dari ujung proses mastoid, posittion tidak dapat ditingkatkan.
      2.      Fuchs method
Fuchs telah merekomendasikan ini untuk proyeksi dens (processus odontoid) ketika bagian atas tidak jelas ditunjukkan dalam posisi open mouth. Pada posisi ini pasien tidak boleh mencoba jika ada fraktur yang dicurigai atau penyakit degeneratif pada daerah leher rahim bagian atas.
Film: 8 x 10 di (18 x 24 cm) melintang

PP:
1. menempatkan pasien dalam posisi supine(terlentang)
2. pusat bidang sagital median tubuh untuk garis tengah grid.
3. menempatkan senjata di sepanjang sisi tubuh, dan bahu sejajar bidang transversal.



PO:
1. menempatkan kaset dalam baki Bucky dan pusat ke tingkat satu tips dari proses mastoid.
2. memperpanjang dagu sampai ujung dagu dan ujung pprocess mastoid adalah vertikal.
3. addjust kepala sehingga pesawat sagittal rata-rata adalah pependicular terhadap bidang grid.
4. perisai gonad.
5. meminta pasien untuk menghentikan pernapasan untuk eksposur.

CR:
mengarahkan sinar tegak lurus pusat titik tengah film; memasuki leher hanya distal ke ujung dagu.

stuctures ditampilkan:
gambar yang dihasilkan akan menunjukkan proyeksi AP dari sarang (processus odontoid) yang berada di dalam bayangan foramen magnum.

kriteria :
-  seluruh sarang (proses yg mirip gigi) dalam foramen magnum.
-  ada rotasi kepala atau leher.




       3.    Judd metode (proyeksi PA)
Radiographer tidak harus mencoba posisi ini dengan pasien yang memiliki patah tulang yang tak tersembuhkan atau dengan pasien yang memiliki penyakit degeneratif atau fraktur yang dicurigai regio servikal atas.
Film: 8 x 10 di (18 x 24 cm) melintang.
PP:
- Tempatkan pasien pada posisi prone.
- Pusat bidang sagital median tubuh untuk garis tengah grid.
- Flex siku pasien, tempatkan lengan dalam posisi yang nyaman, dan menyesuaikan bahu terletak pada bidang horizontal yang sama.
PO:
- Apakah pasien memperpanjang leher dan beristirahat leher dan beristirahat dagu di atas meja.
- Tempatkan kaset dalam baki Bucky dan menyesuaikan sehingga titik tengah ini berpusat ke tenggorokan pada tingkat margin atas dari kartilago tiroid
- Mengatur kepala sehingga ujung hidung adalah sekitar 1 inci dari meja, yaitu, garis orbitomeatal adalah sekitar 37 derajat terhadap bidang film.
- Mengatur pesawat sagital median untuk tegak lurus ke meja.
- Shield gonad.
- Minta pasien untuk menghentikan pernapasan untuk eksposur.
CR:
- Mengarahkan tegak lurus sinar pusat titik tengah film. Memasuki oksiput posterior hanya ke tingkat satu tips mastoid.

sumber : http://bellasafira533.blogspot.com/2012/05/procodontoid.html