Saturday, June 8, 2013

Sifat-sifat Gelombang Elektromagnetik

Sifat-sifat gelombang elektromagnetik:

 
1)       Perubahan medan listrik dan medan magnet terjadi pada saat yang bersamaan.
2)       Arah medan listrik dan medan magnet saling tegak lurus.
3)       Kuat medan listrik dan magnet besarnya berbanding lurus satu dengan yang lain, yaitu menurut hubungan E = c.B.
4)       Arah perambatan gelombang elektromagnetik selalu tegak lurus arah medan listrik dan medan magnet.
5)       Gelombang elektromagnetik dapat merambat dalam ruang hampa.
6)       Gelombang elektromagnetik merambat dengan laju yang hanya bergantung pada sifat-sifat listrik dan magnet medium.
7)       Laju rambat gelombang elektromagnetik dalam ruang hampa merupakan tetapan umum dan nilainyac = 3 x 108 m/s.
8)       Gelombang elektromagnetik adalah berupa gelombang transversal.
9)       Gelombang elektromagnetik dapat mengalami proses pemantulan, pembiasan, polarisasi, interferensi, dan difraksi (lenturan).

Pengertian Gelombang Elektromagnetik

Pengertian Gelombang Elektromagnetik adalah gelombang yang dapat merambat walau tidak ada medium. Energi elektromagnetik merambat dalam gelombang dengan beberapa karakter yang bisa diukur, yaitu: panjang gelombang/wavelength, frekuensi, amplitude/amplitude, kecepatan. Amplitudo adalah tinggi gelombang, sedangkan panjang gelombang adalah jarak antara dua puncak. 
Frekuensi adalah jumlah gelombang yang melalui suatu titik dalam satu satuan waktu. Frekuensi tergantung dari kecepatan merambatnya gelombang. Karena kecepatan energi elektromagnetik adalah konstan (kecepatan cahaya), panjang gelombang dan frekuensi berbanding terbalik. Semakin panjang suatu gelombang, semakin rendah frekuensinya, dan semakin pendek suatu gelombang semakin tinggi frekuensinya.

Energi elektromagnetik dipancarkan, atau dilepaskan, oleh semua masa di alam semesta pada level yang berbeda beda. Semakin tinggi level energi dalam suatu sumber energi, semakin rendah panjang gelombang dari energi yang dihasilkan, dan semakin tinggi frekuensinya. Perbedaan karakteristik energi gelombang digunakan untuk mengelompokkan energi elektromagnetik.

Dasar-Dasar Pesawat Panoramik

1. Pengertian Istilah Panoramik (Langland, 1989)
Pengertian panoramik biasanya disebut juga Orthopantomografi atau Rotografi. Secara etimologis orthopantomografi berasal dari kata :
- Ortho berasal dari bahasa Yunani yang berarti normal atau lurus.
- Pan berasal dari bahasa Inggris yang berarti menyeluruh.
- Tomos berasal dari bahasa Yunani berarti potongan atau irisan.
- Graphic berasal dari bahasa Yunani berarti gambaran atau catatan.
Jadi dari asal kata tersebut dapat disimpulkan bahwa orthopantomografi (OPG) berarti pemeriksaan radiologis dari gigi beserta rahangnya yang berbentuk melengkung sehingga terlihat gambaran yang lurus dari film dengan menggunakan prinsip tomografi.
2. Komponen Pesawat Panoramik (Whaites, 1997)
Jenis rancangan pesawat panoramik berbeda satu dengan yang lain tetapi semua pada dasarnya terdiri dari tiga komponen pokok, yaitu :
  • Tube head sinar-X
Tube head menghasilkan berkas sinar-X yang sempit dengan penyudutan ke arah atas kira-kira 80 dari bidang horizontal.
  • Kaset film dan kaset carriage (tempat kaset)
Tempat kaset terbuat perisai tembaga, dihubungkan dengan tube head sehingga dapat bergerak saling berlawanan arah selama eksposi. Hal ini menghasilkan pergerakan tomografi yang singkron pada bidang vertikal.
Kaset yang digunakan adalah kaset tipis yang fleksibel atau kaset yang kaku dengan dilengkapi screen, biasanya ukuran kaset 5 x 12 inchi atau 6 x 12 inchi (Langland, 1989).
 
Gambar : Kaset fleksibel panoramik berisi intensifying screen
  • Peralatan untuk memposisikan pasien termasuk light beam marker
Hand grips digunakan untuk pegangan tangan pasien dan untuk mengurangi pergerakan pasien pada pesawat panoramik posisi berdiri (stand up unit). Wheel chair digunakan untuk tempat duduk pasien yang dapat diputar untuk memudahkan penataan posisi pada pesawat panoramik posisi duduk (sit down unit). Light beam marker (sinar penanda) digunakan untuk membantu memposisikan pasien jika pasien menghadap ke dinding. Bite block digunakan untuk mengganjal gigi agar insisivus sentral atas dan bawah pada posisi “ujung dengan ujung” sehingga dapat menghindari superposisi. Penopang dagu digunakan untuk meletakkan dagu pasien agar tidak bergerak (Langland, 1989).
 
Gambar : Pesawat panoramik XTROPAN 2000
Keterangan : A. Tube head sinar-X; B. Penyangga dan fiksasi kepala; C. Tempat kaset; D. Kontrol panel.
Referensi :
- Langland, Olaf E. 1989. Panoramic Radiology, Second Edition. Philadelphia : Lea and Febiger.
- Whaites, Eric. 1997. Essentials of Dental Radiography and Radiology, Reprinted Second Edition. New York : Churchill Livingstone.

Pemeriksaan Panoramik

Dental / gigi seringnya tertutup oleh tulang maxilla dan mandibula. Radiografi panoramic dapat membuat foto gigi, tanpa tertutupi / overlaping dengan tulang-tulang tersebut.
Panoramic berasal dari kata Panorama, artinya pandangan yang tak terhalang dari berbagai arah untuk melihat suatu bayangan atau obyek.

Panoramic dibuat berdasarkan penggunaan sumber sinar :
Sumber sinar intra oral
Sumber sinar extra oral

Sumber sinar intra oral

Film diletakkan diluar
Sumber sinar dimasukkan ke dalam mulut
Film tanpa screen / screen low speed
Upper or lower jaw
Focal spot kecil ( 0.10 – 0.15 mm )
Penggunaan arus 0.5 – 1.0 mA
kV : 40 – 80 kV
Memakai kurva kaset
Diistilahkan sebagai pemeriksaan Panografi

Sumber sinar extra oral
( Rotational Panoramic Radiography )

Hystory :
dr. H. Numata (1934)
Film diletakkan didalam mulut ( upper or lower jaw )
Digunakan pesawat yang memutari rahang pasien
Exposi selama pesawat bergerak
Berkas sinar keluar melalui celah sempit

dr. Patero (1948)
menggunakan prinsip yang sama dengan Numata, hanya saja pasien yang bergerak, sumber sinar tetap
Film menggunakan IS, karena tahun 1946 speed film yang ada relatif slow film
Untuk pemeriksan rahang atas atau rahang bawah
Nama : Parabolografi

Tahun 1949 : Patero
melakukan penelitian terhadap pemeriksaan parabolografi tetapi dengan menggunakan film extra oral
Pada metode ini film-kaset dan pasien diatur dalam kecepatan yang sama, sumber radiasi tetap
Pada teknik ini memungkinkan rahang yang melengkung dapat dilihat secara datar/lurus seperti pada panoramic
Dinamakan teknik Pantomografi;
Panoramic : pandangan yang tak terhalang dari semua arah
Tomografi : teknik x-ray untuk membuat radiograf pada kedalaman tertentu, tanpa adanya intervensi jaringan diatas maupun dibawahnya

Watson & Son Lth. Berkolaborasi dengan Dr. Blackman
mengkomersilkan pantomograph, yang diberi nama Rotograph; yaitu rotary radiograf dengan cara merotasikan pasien dan kurva film secara simultan dengan arah yang berlawanan, sementara sumber radiasi tetap.
Pada pesawat ini hanya bagian yang mempunyai jarak yang tetap dari film yang dapat digambarkan secara baik

Panorec I
pada sistem ini tabung sinar-X dan film hoder berotasi secara berlawanan, kepala pasien / obyek tetap
Ada 2 kolimator slit (celah sempit)
a. satu antara tube head dan pasien
b. satu antara pasien dan kaset
Film yang digunakan jenisnya flat
Ada 2 kali rotasi; setelah salah satu sisi dari rahang difoto, mesin berhenti. Pasien secara manual diposisikan lagi pada sisi yang lain, eksposi dilanjutkan.
Karena mesin sempat berhensti sebentar, maka pada gambarnya ada bagian putih pada tengah film (gambar tidak tersambung secara sempurna)

Panorec II
Gambar sudah tersambung
Pasien diam, tabung x-ray & film-kaset rotai mengelilingi kepala pasien
Kaset-fim berotasi pada sumbunya dibelakang celah sempit antara pasien dan kaset-film.

Film Panoramic dan IS
Film panoramic mempunyai emuli photosensitive dan menggunakan kaset yang dilengkapi IS.
IS digunakan karena dapat menurunkan dosis radiasi yang diterima pasien dan dapat menghasilkan kualitas radiograf yang baik.
Bila film panomaramic menggunakan NSF / direct exposure maka dosis pasien lebih banyak
Ukuran film panoramic 5 x 12 inchi (12.5 x 30 cm) atau 6 x 12 inchi (15 x 30 cm)
Double emulsi, kecuali film yang terbungkus sendiri
Rare earth screen-film; dimana exposure yang dibutuhkan lebih kecil tnpa harus kehilangan detail bayangan
Setiap kaset dilengkapi sepasang IS.


Persiapan Pasien
Lepaskan bahan kaca dan metalik pada bagian kepala dan leher
slayer, kalung
tindik hidung, anting
kaca mata
barang-barang lain yang dapat diproyeksi kan pada gambar, seperti : alat bantu dengar, penjepit rambut, permen karet, dll)
Gigi palsu (seluruh atau sebagian)
Jaket atau sweater dilepas
disarankan pasien menggunkaan apron selama pemeriksaan




Posisi Pasien Yang Tepat

Suruh Pasien duduk atau berdiri dengan punggung tegak
Jelaskan kepada pasien bagaiman jalannya pemeriksaan (rotasi pesawat, dll)
Kepala pasien diatur sedemikian rupa sehingga garis ala-tragus 5° dari sumbu horisontal
Atur MSP kepala pasien tegak lurus 
Masukkan bite blok antara gigi seri rahang atas dan bawah
Suruh pasien meletakkan dagu di tempat dagu.
Suruh pasien mengatupkan bibir, dan letakkan lidahnya berlawanan dengan atap mulut
Lihat profile index, jika angka pada kepala tidak sesuai dengan yang terbaca pada bite blok holder, maka bayangan gigi akan kabur dan tampak lebih horisontal.


Kesalahan yang Sering Terjadi Pada Teknik Panoramic

Hanya sekitar 20% radiograf panoramic yang bebas error, 80% kesalahan disebabkan karena positioning, 20 % karena hal teknis.

Error pada Eksposi Film dan Processing
Gambar pada panoramic dapat terlihat terang (low density), gelap (high density), kabur atau hanya separo bayangan yang terlihat.

Low Density, sebab:
kVp dan / atau mA tidak diset cukup tinggi
Pemilihan kVp dan mA tergantung pada :
a.ukuran dan bentuk kepala
b.ketebalan soft tisuue pada wajah dan leher
c.struktur tubuh
d.ada tidaknya gigi
e.sinar-X arahnya tidak tepat pada celah di holder kaset
f.kombinasi screen-film yang tidak tepat
g.larutan developer yang lemah
h.waktu developer yang tidak cukup
i.suhu developer terlalu rendah

High Density, sebab :
a.kVp dan / atau mA terlalu tinggi
b.kombinasi screen-film yang tidak tepat (biasanya screen-film fast tidak disesuaikan dengan pemilihan kVp dan/atau mA.
c.Developer terlalu kuat
d.Waktu pembangkitan yang lama (pada manual processing)
e.Suhu developer terlalu panas
Over-expose film masih dapat digunakan untuk diagnostik jika dilihat dengan viewing / light case yang mempunya intenstitas cahaya yang tinggi.



Fog : unexpose silver halide terbangkitkan; menyebabkan kontras rendah
Penyebab:
a.Penyimpanan film yang tidak baik:
b.penyimpanan film dan unloading kaset pada daerah yang mempunyai temperatur dan kelembaban yang tinggi
c.penyimpanan expose dan unprocess film dekat tanki developer yang tidak ditutup
penyimpanan film didekat sumber radiasi
d.penggunaan film yang expire date
e.kesalahan penggunaan larutan pencucian (contoh penggunaan replenisher pada manual developer digunakan untuk otomatic)
f.Terkena cahaya yang tak terduga
Masuknya cahaya karena kebocoran kaset
safe light yang tidak aman (daya lampu tidak sesuai, filter yang tidak sesuai, terlalu dekat jarak safe light dan film, terlalu lama dibawah safe light)
merokok di kamar gelap
film terbakar sebagian
g.Kombinasi film-screen yang tidak pas, khususnya jika menggunakan high-speed film
h.Larutan developer yang sudah lama atau terkontaminasi
i.Waktu dan suhu developer yang berlebihan

Kaset diletakkan terbalik
Hanya sebagian film yang terekspose
Biasanya disebabkan karena pemasukan film yang tidak sampai ujung paa flexible cassette, tidak memposisikan kaset-film pada posisi start awal, peletakan kaset yang tidak tepat pada tempatnya.
Garis putih vertikan pada radiograf
Terjadi pada mesin / pesawat yang tidak mempunyai switch otomatis, dimana eksposure akan berhenti meskipun tombol switch dilepas meski hanya sebentar. Pada pesawat panoramic terbaru, ekposi tidak dapat dimulai sebelum mesin kembali pada posisi awal.
Adanya garis vertikal hitam dan putih secara selang seling
Pergerakan kaset holder yang tidak beraturan, khususnya pada awal rotasi.
Artefak yang acak pada film
Cek screen didalam kaset dari kontaminasi (kertas, bulu, debu, paper klip dan sebagainya) yang akan menyebabkan gangguan cahaya sampai kefilm, sehingga mengakibatkan pada area atau daerah tersebut kekurangan density
Masalah processing
Corengan/streak (densitas yang tidak seimbang), disebabkan karena:
developer dan fixer replem\nisher rendah
roll pada atomatik prosessing
air pencucian yang kotor
bahan kimia
Tanda / marks pada permukaan film
Kepucatan / kelunturan film, disebabkan :
adanya larutan fixer didalam developer
processing yang telalu cepat
fixer yang lelah


( Olaf E Langland, DDS, MS, FACD, dkk, Panoramic Radiology, Second Edition, Lea & Febiger, Philadelphia,
,1989) 1989)

sumber : http://teknikelektromedik-medan.blogspot.com/2011/01/panoramic.html

Sunday, May 26, 2013

peswat dental

PESAWAT SINAR – X DENTAL

Pesawt sinar – x dental adalah pesawat sinar – x  yang  di gunakan  untuk pemeriksaan mulut, gigi,dan rahangn
  1. Komponen Pesawat Sinar  - X Dental
  • Panel Control
         Berfungsi untuk mengatur para meter pesawat .pada panel control terdapat expose swith , lampu ready , pengatur  waktu dan beberapa panel  indikator ‘ pada pesawat dental , KV dan MA sudah diatur dari pabrik pembuatan pesawat. Jadi pesawat dental sudah memilikih KV standar yang besarnya kurang lebih 70 KV.

  • Extension ARM
          Berfungsi sebagai tiang penyangga dan penghubung anatar panel konrol dan tube head, Extension ARM dapat berputar dan bergerak vertikal untuk memudahkan dalam meposisiskan tabung dalam pemeriksaan .
  • Tube Head
         Berfungsi sebagi tempat dari tabung Sinar –  X  yang digunakan untuk meng hasilkan sinar – X . Tabung sinar – X yang digunakan adalah tabung biasa.
  • Slinder Conus 
         Berfungsi untuk  meluruskan tube head kepasien dan film . silinder conus dilapisi dengan timbal untuk mencegah menyebarnya radiasi . ada 2 macam conus pada pesawat denta:Conus tipe silinder ujung terbuka
.
    2 .Gambar  Pesawt Sinar – X Dental




  • Pada saat pemeriksaan gigio pasien sebaiknya menggunakan apron
  • Opertor sebaiknya berada pada jarak 2 meter dari pasien dan berada di belakang pelindung timbal
  •  Switch yang digunakan sebaiknya yang bertipe tekan terus
Semuanya pada sisi kanan dan kiri.
Gigi berfungsi sebagai :
  1. Mengunyah makanan secara mekanis
  2. Membantu memperjelas bunyi vokal
TEKNIK RADIOGRAFI UNTUK DENTAL RADIOGRAPHY
Film yang digunakan adalah film khusus untuk dental radiography, yang merupakan single emulsi. Untuk mempermudah positioning film dental, biasanya digunakan sebuah alat yang disebut "Bitewing"


Dan sudut proyeksi yang diberikan pada setiap objek berbeda-beda tergantung objek apa yg diperiksa (apakah rahang atas atau bawah).

Gambar berbagai proyeksi pada dental radiography :

http://catatanradiograf.blogspot.com/2010/04/teknik-pemeriksaan-dental-radiography.html

Monday, May 6, 2013

sumber radiasi

Sumber Radiasi
Radiasi berada di mana-mana, karena sumber radiasi tersebar di mana saja di alam semesta, baik yang terjadi secara alami (sumber radiasi alam) maupun yang terjadi karena aktivitas manusia (sumber radiasi buatan). Sumber radiasi alam sudah ada sejak alam semesta terbentuk, dan radiasi yang dipancarkan oleh sumber alam ini disebut radiasi latar belakang.Sedangkan sumber radiasi buatan baru diproduksi di abad 20, tetapi telah memberikan paparan secara signifikan kepada manusia.
Dari mana saja asal sumber radiasi alam?
Setiap manusia terkena radiasi dari alam (radiasi latar belakang) yang merupakan bagian terbesar yang diterima oleh manusia yang tidak bekerja di tempat yang menggunakan radioaktif atau yang tidak menerima radiasi berkaitan dengan kedokteran atau kesehatan.
Radiasi latar belakang yang diterima oleh seseorang dapat berasal dari tiga sumber utama, yaitu sebagai berikut :
a. Sumber Radiasi Kosmik
Radiasi kosmik berasal dari angkasa luar, sebagian berasal dari ruang antarbintang dan matahari. Radiasi kosmik ini terdiri dari partikel dan sinar berenergi tinggi dan berinteraksi dengan nuklida-nuklida stabil di atmosfir membentuk nuklida radioaktif seperti C-14, Be-7, Na-22, dan H-3. Radionuklida yang terjadi karena interaksi nuklida dengan radiasi kosmik ini disebut radionuklida Cosmogenic.
Atmosfir bumi dapat mengurangi radiasi kosmik yang diterima oleh manusia. Tingkat radiasi dari sumber kosmik ini bergantung kepada ketinggian, yaitu radiasi yang diterima akan semakin besar apabila posisinya semakin tinggi dari permukaan laut. Karena itu seseorang akan menerima lebih banyak radiasi kosmik apabila berada di puncak gunung atau ketika berpergian dengan pesawat terbang daripada di permukaan laut. Tingkat radiasi yang diterima seseorang bergantung juga kepada garis lintangnya di bumi, karena radiasi kosmik ini dipengaruhi oleh medan magnet bumi. Oleh karena medan magnet bumi kuat di daerah kutub, maka radiasi yang diterima di kutub lebih kecil daripada di daerah katulistiwa.
b. Sumber Radiasi Terestrial (Primordial)
Radiasi terestrial secara natural dipancarkan oleh radionuklida di dalam kerak bumi, dan radiasi ini dipancarkan oleh radionuklida yang disebut primordial dengan waktu paro berorde milyar tahun. Radionuklida ini ada sejak terbentuknya bumi. Radionuklida yang ada dalam kerak bumi terutama adalah Uranium-238. Peluruhan Uranium-238 menghasilkan deret nuklida turunan yang berakhir dengan nuklida stabil Pb-206 (disebut deret uranium), Uranium-235 menghasilkan deret turunan yang berakhir dengan unsur stabil Pb-207 (disebut deret actinium) dan Thorium-232 menghasilkan deret turunan yang berakhir dengan unsur stabil Pb-208 (disebut deret thorium).
Radiasi terestrial terbesar yang diterima manusia berasal dari Radon (Radon-222) dan Thoron (Radon-220). Kedua radionuklida ini berbentuk gas dan bisa merembes keluar dari bumi atau bahan bangunan tempat tinggal.
Tingkat radiasi yang diterima seseorang dari radiasi terestrial ini berbeda-beda dari satu tempat ke tempat lain tergantung kepada konsentrasi sumber radiasi di dalam kerak bumi. Ada beberapa tempat di bumi yang memiliki tingkat radiasi di atas rata-rata seperti Pocos de Caldas dan Guarapari (Brazil), Kerala dan Tamil Nadu (India) dan Ramsar (Iran).
c. Sumber Radiasi Dalam Tubuh Manusia
Sumber radiasi alam yang lain adalah radionuklida yang ada di dalam tubuh manusia. Sumber radiasi ini berada di dalam tubuh manusia sejak dilahirkan atau masuk ke dalam tubuh manusia melalui makanan, minuman, pernafasan, atau luka. Radiasi internal ini terutama diterima dari radionuklida C-14, H-3, K-40, radon. Selain itu masih ada sumber lain seperti Pb-210 dan Po-210 yang berasal dari ikan dan kerang-kerangan. Buah-buahan biasanya mengandung unsur K-40. Secara alami di dalam tulang kita terdapat polonium dan radium radioaktif, otot mengandung karbon radioaktif dan kalium radioaktif, di dalam paru terdapat gas mulia radioaktif dan tritium. Zat-zat ini dan banyak zat lainnya secara terus menerus memancarkan radiasi dan menyinari tubuh kita dari dalam.
Dari mana saja asal sumber radiasi buatan?
Selain radiasi yang berasal dari alam, kita juga dapat menerima radiasi dari beberapa sumber radiasi yang sengaja dibuat oleh manusia, di antaranya radionuklida buatan, pesawat sinar-X, reaktor nuklir dan akselerator.
a. Radionuklida buatan
Dewasa ini telah banyak sekali unsur radioaktif berhasil dibuat oleh manusia berdasarkan reaksi inti antara nuklida yang tidak radioaktif dengan neutron (reaksi fisi di dalam reaktor atom), aktivasi neutron, atau berdasarkan penembakan nuklida yang tidak radioaktif dengan partikel atau ion cepat (di dalam alat-alat pemercepat partikel, misalnya akselerator atau siklotron). Radionuklida buatan ini bisa memancarkan jenis radiasi alpha, beta, gamma dan neutron. Pada saat ini radionuklida (radioisotop) buatan tersebut telah banyak digunakan dalam berbagai bidang kehidupan manusia, misalnya di bidang pertanian, peternakan, kesehatan, industri, dan sebagainya.
b. Pesawat Sinar-X
Setelah ditemukannya sinar-X oleh Wilhelm Roentgen pada tahun 1895, dewasa ini pemakaian pembangkit atau pesawat sinar-X di bidang industri maupun di bidang kedokteran semakin meningkat. Secara sederhana dapat diterangkan bahwa sinar-X dihasilkan oleh tabung sinar-X yaitu tabung gelas hampa udara yang dilengkapi dengan dua buah elektroda, yaitu anoda (target) dan katoda. Sebagai akibat interaksi antara elektron cepat yang dipancarkan dari katoda ke target dihasilkan sinar-X dari permukaan target.
c. Reaktor Nuklir
Mekanisme utama yang terjadi dalam reaktor nuklir adalah pembelahan inti. Dari mekanisme proses tersebut terlihat bahwa setiap reaksi pembelahan akan menghasilkan lebih dari satu neutron baru (terjadi multiplikasi neutron) yang akan menyebabkan pembelahan selanjutnya jika di sekitarnya terdapat inti dapat belah yang lain. Proses demikian ini berlangsung terus dan disebut proses Reaksi Berantai. Dalam reaktor nuklir, proses pembelahan ini tidak dibiarkan berlangsung secara bebas seperti pada bom atau senjata nuklir, tetapi dikendalikan.
d. Akselerator
Akselerator adalah alat yang digunakan untuk mempercepat partikel bermuatan (ion) melalui penumbukan atau hamburan partikel dengan target. Partikel yang dipercepat biasanya proton dan elektron. Beberapa contoh akselerator dengan partikel yang dipercepat yang banyak dipakai adalah akselerator linear (linear accelerator = linacdan siklotron. Akselerator digunakan untuk menghasilkan radionuklida buatan, untuk penelitian partikel dengan kecepatan tinggi, uji bahan, terapi, dsb.

pemeriksaan odontoid



 1.1.   PEMERIKSAAN OS PATELLA
 1.      Anatomi dan Fisiologi Processus Odontoid
                   
         Dens (processus odontoid) adalah tonjolan dari axis (C2). Yang menunjukkan adanya penyempitan pada leher, dimana ia bergabung dengan tubuh utama dari vertebra. Kondisi dimana dens dipisahkan dari sumbu tubuh (axis) disebut os odontoideum, yang dapat menyebabkan saraf dan sirkulasi sidrom kompresi.
         Terletak di permukaan anterior yang berbentuk oval untuk artikulasi dengan lengkungan pada anterior atlas. Pada bagian belakang leher (dilihat dari permukaan lateral), adalah alur dangkal untuk ligamentum mirip gigi apikal.

           2.      Patologi

patah tulang mirip gigi paling sering terjadi akibat cedera fleksi traumatis. pada pasien muda mereka memerlukan banyak tenaga, seperti dalam tabrakan kendaraan bermotor, ski kecelakaan atau jatuh dari ketingian. pada orang tua, bahkan penurunan sepele dapat menyebabkan patah tulang mirip gigi. kematian segera dari cederameduler bisa terjadi. tanda-tanda menyajikan lainnya termaksud sakit leher tinggi posterior / kelembutan titik atau dengan tanpa neuralgia oksipital, mengurangi rentang gerak, parathesias ektremitas atas, dan kecenderungan untuk menahan kepala seseorang dalam proses  berbaring.

Tipe I : fraktur melalui ujung saraf di atas ligamentum transversal, jarang, di anggap stabil tetapi mungkin terkait dengan atlanto -oksipital dislokasi

Tipe II : fraktur melalui dasar leher sarang; jenis yang paling umum, biasanya tidak stabil.

Tipe III : fraktur melalui tubuh dari C2, biasanya stabil.

            3.      Teknik Pemeriksaan
Proyeksi yang sering digunakan pada pemetum tiksaan dens (processus odontoid) adalah dengan teknik open mouth, fuchs dan judd. Berikut adalah Teknik Radiografi dari masing-masing proyeksi tersebut.
1.      OpenMouth (Proyeksi AP)
PP:
menempatkan pasien dalam posisi supine (terlentang). pusatkan MSP tubuh garis tengah grid. menempatkan lengan pasien sepanjang sisi tubuh dan menyesuaikan bahu berbohong pada bidang e sam horisontal.
PO:
menempatkan kaset di baki Bucky tjumlah dan pusat pada tingkat vertebra serviks kedua.
menyesuaikan kepala pasien sehingga pesawat sagittal median tegak lurus terhadap bidang meja.
memilih faktor eksposur, dan memindahkan tabung sinar-X ke posisi sehingga setiap perubahan kecil dapat dilakukan dengan cepat setelah penyesuaian akhir dari kepala pasien.
posisi ini tidak mudah untuk terus, namun, pasien biasanya dapat posisi, akhir tegang terlalu lama. memiliki oppen pasien mulut selebar mungkin, dan kemudian menyesuaikan kepala sehingga garis dari tepi bawah iincisors atas ke ujung proses mastoid tegak lurus terhadap film tersebut.
* Perisai gonad
* Respirasi: anjurkan pasien untuk menjaga mulut terbuka lebar dan lembut phonate "ah" selama eksposur. ini akan membubuhkan penginapan lidah lantai elatan sehingga bayangannya tidak akan diproyeksikan pada bahwa atlas dan sumbu dan akan mencegah pergerakan rahang bawah.

CR:
mengarahkan sinar tegak lurus pusat titik tengah dari mulut terbuka.

struktur ditampilkan
gambar yang dihasilkan akan menunjukkan proyeksi AP dari atlas dan sumbu melalui mulut terbuka.
jika pasien memiliki kepala yang mendalam atau panjang mandibula, atlas seluruh tidak akan diperlihatkan. ketika bayangan persis ditumpangkan dari permukaan oklusal dari gigi seri tengah atas dan dasar tengkorak sejalan dengan orang-orang dari ujung proses mastoid, posittion tidak dapat ditingkatkan.
      2.      Fuchs method
Fuchs telah merekomendasikan ini untuk proyeksi dens (processus odontoid) ketika bagian atas tidak jelas ditunjukkan dalam posisi open mouth. Pada posisi ini pasien tidak boleh mencoba jika ada fraktur yang dicurigai atau penyakit degeneratif pada daerah leher rahim bagian atas.
Film: 8 x 10 di (18 x 24 cm) melintang

PP:
1. menempatkan pasien dalam posisi supine(terlentang)
2. pusat bidang sagital median tubuh untuk garis tengah grid.
3. menempatkan senjata di sepanjang sisi tubuh, dan bahu sejajar bidang transversal.



PO:
1. menempatkan kaset dalam baki Bucky dan pusat ke tingkat satu tips dari proses mastoid.
2. memperpanjang dagu sampai ujung dagu dan ujung pprocess mastoid adalah vertikal.
3. addjust kepala sehingga pesawat sagittal rata-rata adalah pependicular terhadap bidang grid.
4. perisai gonad.
5. meminta pasien untuk menghentikan pernapasan untuk eksposur.

CR:
mengarahkan sinar tegak lurus pusat titik tengah film; memasuki leher hanya distal ke ujung dagu.

stuctures ditampilkan:
gambar yang dihasilkan akan menunjukkan proyeksi AP dari sarang (processus odontoid) yang berada di dalam bayangan foramen magnum.

kriteria :
-  seluruh sarang (proses yg mirip gigi) dalam foramen magnum.
-  ada rotasi kepala atau leher.




       3.    Judd metode (proyeksi PA)
Radiographer tidak harus mencoba posisi ini dengan pasien yang memiliki patah tulang yang tak tersembuhkan atau dengan pasien yang memiliki penyakit degeneratif atau fraktur yang dicurigai regio servikal atas.
Film: 8 x 10 di (18 x 24 cm) melintang.
PP:
- Tempatkan pasien pada posisi prone.
- Pusat bidang sagital median tubuh untuk garis tengah grid.
- Flex siku pasien, tempatkan lengan dalam posisi yang nyaman, dan menyesuaikan bahu terletak pada bidang horizontal yang sama.
PO:
- Apakah pasien memperpanjang leher dan beristirahat leher dan beristirahat dagu di atas meja.
- Tempatkan kaset dalam baki Bucky dan menyesuaikan sehingga titik tengah ini berpusat ke tenggorokan pada tingkat margin atas dari kartilago tiroid
- Mengatur kepala sehingga ujung hidung adalah sekitar 1 inci dari meja, yaitu, garis orbitomeatal adalah sekitar 37 derajat terhadap bidang film.
- Mengatur pesawat sagital median untuk tegak lurus ke meja.
- Shield gonad.
- Minta pasien untuk menghentikan pernapasan untuk eksposur.
CR:
- Mengarahkan tegak lurus sinar pusat titik tengah film. Memasuki oksiput posterior hanya ke tingkat satu tips mastoid.

sumber : http://bellasafira533.blogspot.com/2012/05/procodontoid.html